Programer Ruby Standar Luar Negri?
Saya awali posting blog kali ini dengan meng-quote posting yang buat saya pribadi sih menarik dari milis indo-svjobs di yahoogroups, pengirim aslinya waktu itu tanggal 16/11/2007 17:33 (dan tidak lupa saya ucap terima kasih buat nitnot yang udah share ini)
Silahkan dibaca dan artikan sendiri hehehe :D
Alkisah di suatu desa yang tentram, hiduplah seekor burung kakaktua yang tinggal di dalam sangkar. Burung kakaktua ini sejak kecil sudah dipelihara di dalam sangkar tersebut oleh keluarga petani. Setiap hari burung kakaktua ini diberi jagung dan air mineral yang “cukup” (menurut si kakaktua) oleh majikannya. Intinya si burung kakaktua ini hidup dalam keteraturan dan tidak pernah khawatir akan kenyamanan hidupnya.
Pada suatu hari anak dari majikannya membawa sebuah sangkar yang berisikan sepasang burung nuri. Sang anak menaruh sangkar burung nuri di sebelah sangkar burung kakaktua, kemudian pergi untuk menyiapkan makanan dan minuman untuk burung barunya.
Ketika kakaktua melihat tetangga barunya, ia menyapa sepasang burung nuri tersebut : “Hallo, apa kabar ?”
Burung Nuri (Nuri) : “Hallo, hallo” (kedua burung nuri berkata secara serempak)
Burung Kakaktua (Kakaktua) : “Dari mana kalian ?”
Nuri : “Oh kami baru saja dari pasar burung di ujung desa” Kakaktua : “Pasar burung ? Apa itu ?”
Nuri : “Oh pasar burung adalah tempat manusia melakukan jual-beli berbagai macam burung”
Kakaktua : “Jual beli ? Oh saya baru tahu bahwa manusia bisa melakukan itu terhadap burung”
Nuri : “Yah begitulah. Sudah berapa lama kamu tinggal di sini ?”
Kakaktua : “Aku tinggal di sangkar ini sejak aku masih kecil”
Nuri : “Oh, bagaimana rasanya tinggal di sangkar selama ini ?”
Kakaktua : “Oh majikanku baik, selalu memberiku makan minum yang cukup setiap harinya, aku menghibur mereka dengan gerakan2 lucu dan kadang mengulang perkataan mereka, meskipun kadang aku tidak mengerti artinya”
Nuri : “Oh, kedengarannya cukup bahagia yah. Kami juga sejak kecil hidup di dalam sangkar, kurang lebih majikan kami juga memelihara kami dengan baik”
Kakaktua : “Syukurlah kalau kita sama-sama bahagia”
Nuri : “Oh betapa beruntungnya kita, dibanding dengan burung elang”
Kakaktua : “Burung elang ? Yah aku pernah mendengar burung elang dari majikanku. Ada apa dengan burung elang?”
Nuri : “Yah ketika di pasar burung, kami mendengar dari burung beo. KATANYA burung beo mendengar dari saudaranya (burung beo yang lain), bahwa burung elang yang katanya gagah dan pandai berburu itu hanya penampakan dari sisi luarnya saja dan juga dari suaranya yang terdengar garang. Padahal saudara si burung beo itu KATANYA melihat bahwa si burung elang tinggal di sangkar juga, meskipun ukurannya lebih besar. Yang kasihan, si burung elang diberi makan dengan cara berikut : tikus atau binatang pengerat kecil yang masih sehat dimasukkan ke sangkar besar tersebut, lalu si burung elang disuruh berburu oleh majikannya. Kalau burung elang tidak bisa menangkapnya, ya kasian lah dia karena dia ngga dapat makanan. Burung elang itu bodoh deh, kadang lama sekali untuk berburu dan mendapatkan makanan. Kelihatannya hidup si burung elang itu sulit sekali.” Kakaktua : “Wow aku baru dengar cerita ini. Meskipun sangkarku mungkin jauh lebih kecil dibanding sangkar burung elang, aku NGGAK AKAN pernah mau hidup seperti burung elang di sangkar itu”
Nuri : “Ya, looooor” (secara serempak lagi, mohon maaf atas logat Singlish kedua burung nuri tersebut)
Ketika ketiga burung itu sedang asyik bergunjing tentang burung elang, tiba2 seekor elang terbang di angkasa dan menukik tajam dengan gagahnya untuk menangkap tikus yang berlari di halaman rumah petani. Si tikus tertangkap oleh cengkeraman cakar burung elang yang kemudianm terbang, dengan menyuarakan “triumphant scream” khas burung elang, ke pohon terdekat untuk “menyelesaikan aktivitas berburunya”.
Setelah itu burung elang melihat ketiga burung di dalam sangkar dan terbang mendekati mereka.
Nuri : “Wow, elang …. Aku baru kali ini melihat elang berburu tikus dengan cepat & efisien dan kamu bisa terbang cepat dan bebas di luar sana”
Burung elang : “Yah ini memang cara aku mencari makan dan hidup”
Kakaktua : “Wow, ternyata berbeda dengan cerita kamu tadi, Nuri…..”
Elang : “Cerita apa ?”
Yah si burung nuri dan kakaktua mengulang cerita si burung nuri yang KATANYA mendengar dari saudara si burung beo, pada si burung elang. Elang: “Yah memang kami burung elang punya cara hidup / cari makan yang berbeda. Dan FYI, tidak semua burung elang berburu seperti ini. Kadang ada yang tinggal di sangkar juga karena berbagai macam alas an (mungkin tertangkap manusia, mungkin memang sejak kecil dipelihara manusia, dan berbagai alasan lainnya). Tapi habitat kami (dan burung2 lain) adalah terbang bebas di angkasa”.
Kakaktua : “Tetete…ter. ..ter…terbang bebas ?”
Elang: “Yoi coi”
Nuri : “Jadi kamu bisa terbang kemana saja kamu mau ?”
Elang : “Yep. Aku melihat banyak daerah-daerah baru yang sangat indah, tentunya ketika aku mencari makan, dan terkadang ketika aku hanya hendak terbang santai melihat daerah2 buruan baru. Oh ya baru teringat, gaya berburu aku tadi tidak selalu seperti itu, kadang ada banyak faktor2 luar yang mengakibatkan aku kehilangan buruan, misalnya tiba-tiba ada rintangan tak terduga, angin dari samping tiba2 bertiup dengan kerasnya (side stream), si tikus juga kadang sangat berpengalaman lari dan lincah, mungkin karena sudah pengalaman dan tahu akan daerahnya”
Nuri & Kakaktua : “Oh, terimakasih atas ceritanya. Sekarang kami mengerti bahwa di dunia ini tiap makhluk dan pribadi punya hidup yang unik”
Elang: “You’re welcome. FYI : tidak semua burung nuri dan burung kakaktua hidup di sangkar loh, aku juga sering lihat yang terbang bebas dan makan berbagai macam buah-buah yang jumlahnya aku tidak bisa hitung dengan jari”
Nuri & Kakaktua : “Aaaahhhh… . yah setelah kami mendengar cerita kamu, kedengarannya hidup kamu ada sisi positif dan negatifnya, kamipun berpikir ada sisi negatif dan positif dari hidup kami sekarang”
Elang: “I’m glad that you think of that”
Nuri & Kakaktua : “Tapi bagaimana kami tahu bahwa kamu tidak berbohong atas cerita tadi”
Elang: “Well, mungkin kalau kamu punya kesempatan, bisa mencoba merasakan kehidupan seperti aku, dan kamu bisa memutuskan sendiri mana yang terbaik untuk kamu. Pertimbangkan sisi positif dan negatif dan dengarkan berbagai sumber, kalau bisa first hand experience. Ambillah cerita-cerita yang bersifat rumour atau “KATANYA” dengan berhati-hati, cek atau pastikan cerita yang kamu dengar itu sebagian besar (kalau mungkin seluruhnya) adalah benar”.
Kakaktua : “Ok lah, sekarang aku mau jalan2 dulu, setelah makan dan ngobrol. C U later”
Nuri & Kakaktua : “Bubye”
Selesai cerita burung, sekarang ke tulisan saya sendiri sbb.
Sebetulnya topik tentang ‘Programer Ruby Standar Luar Negri’ adalah topik super membosankan buat saya pribadi, tapi jujur saya jauh lebih capek lagi kalo ditanya-tanya kayak begini kalau ada pas ketemu saya, ya ya ya, silakan mau bilang saya kurang sabar itu hak masing masing orang lah.
Kenapa bosan, karena hal ini adalah hal yang biasa kalau biasa ngikuti berita atau up-to-date aja, lewat blog-blog, lewat milis, intinya kalau mau terbang berkelebat juga ya terbanglah, jangan baring sambil minta disuapi. Orang sudah kemana, dimana baru melek bangun tidur. Lagi lagi ya terserahlah mo bilang kasar kek apa kek saya kalo ngomong emang gini apa adanya aja. Ini juga pas di Indonesia bisa bilang barusan, kalau di luar negri rupanya hal-hal basa-basi punten, nyuwun sewu, ungguh inggih ternyata memang sama sekali tidak dipakai dan memang ternyata standar respek itu beda emang sih kulturnya. open minded aja gitu bahasa gampangnya.
Ni posting blog kali ini buat inti sari kan apa-apa yang saya ingat, cateet tu yang saya ingat doang, bukan yang berdasarkan lapangan nyata, kalo lapangan nyata silakan refer ke situs asli langsung biasanya yang selalu di update ya kayak www.workingwithrails.com, ada lagi jobs.rubynow.com, tapi emang yang paling mantap tu referal sih. Urusan kerjaan mah biasanya dasar emang rejeki yah kalo saya bilang, bahasa quran aja binatang melata aja dijamin rejekinya, saya ngomong gini sih nggak agamis agamis amat, tapi ya emang dasar yakin aja gitu lho kalo dasar rejeki biar jauh datang, kalau bukan rejeki biar sudah di mulut bahkan di perut, muntah.
Proyek Ruby on Rails biasanya yang standar ya :
- biasa kuat OOP ruby nya,
- biasa dengan XP (baca bukan windows xp, tapi itu extreme programming), jadi biasa dengan test unit ataupun rspec,
- biasa inggris tertulis dan bicara (blah kalo yang satu ini mah emang saya gagu yah gak bahasa mana aja juga kalo saya emang keknya emang gini dah masi belajar ngomong euy! geblek)
- biasa kuat web programming nya (artinya biasa tu mainan kayak servis macem2x, yaml, xml, boro-boro cuma csv, text, dst gitu gitu doang lah)
- biasa menterjemahkan bahasa dari bahasa kolega kerja bisnis ke bahasa model entitas kemudian dari sana biasa menterjemahkan lagi ke bahasa komputer / pake ruby, mulai dari user stories ataupun visualisasi, rspec, dan coding.
- biasa dengan manajemen proyek, seperti whatever works, maksudnya seperti Get Things Done, bukan yang neko neko banyak cerita tapi gak jadi jadi (ayee ada lumayan tu kerucuk kerucuk keriuk keriuk kecoak Indonesia emang jagonya kalo coding copy paste punya orang lalu tepuk dada ngakuin bikinan sendiri dah tak de malu tu babi jer), ada macam-macam, ada yang ngandelin UML, ada yang ngandelin BDD, ada yang ngandelin SCRUM, intinya menyamakan bahasa, iya mas, kayak suami istri, saling percaya, uh uh, seiya kata, ah mas, jadi mesra yah.. iyah.. si akang teh romantis bawa oleh-oleh dari paris… (biar bersajak doang sih ujungnya pake ‘is’)
- biasa dengan memperhatikan sampai detail untuk urusan teknis, dan biasa menjelaskan dengan bahasa yang umum dan mudah dipahami bila berbicara kepada rekan kerja yang bukan IT.
- biasa dengan versioning system, seperti svn atau git.
- biasa dengan mengerjakan proyek proyek ruby sampai tuntas tas tas taaaaaaaas. Sekedar tips, kalau buat yang seperti saya mungkin kan sudah ada banyak proyek proyek buat bikin resume saya melorot, nah buat yang belum, terutama yang sehari-harinya masih didera berdarah-darah dgn bahasa-bahasa lain, caranya kalau nggak ada blueprint atau masterpiece, bikin mockup, ambil aja contoh proyek yang sudah ada tapi sebetulnya perlu diimprove, maka improve lah, bikin sendiri, dan hargailah sendiri karya sendiri :p yang menghargai diri kita itu sesungguhnya ya diri kita sendiri. jadi bayaran berapa tu ya sesuai dengan apa yang kita bisa. kalau di indonesia berharap gaji setinggi-tingginya tanpa kerja sama sekali alias ongkang-ongkang babi maka di luar negri kalau perusahaannya dapat yang bagus ya nggak bakal dapet, kecuali kalau dapat perusahaan ecek-ecek biar kata di Amerika juga ada tu yang brengsek, jadi musti pintar-pintar pilih employer.
- biasa membuat rubygem.
- biasa membuat ruby libraries ataupun plugin.
- biasa terlibat aktif di komunitas, seperti mailing list / milis, seperti forum, blog, wiki, social networking site seperti github.com (hei itu github itu sama aja friendsternya programmer luar negri, ngomong-ngomong soal friendster itu pun juga cuma indonesia yang termasuk pasar besar yang mau sedekah sama tim friendster, kalau di luar orang banyak pakai myspace dan facebook).
- biasa dengan relasi database, menggunakan MySQL, Oracle ataupun Postgres. lebih diutamakan kalau bisa tuning. bisa ngertiin dalem-dalemnya lagi / tawaran bayarannya kalo kantornya bagus pasti tambah mahal cring cring cring ;))
- biasa dengan sistem operasi sesuai kerjaan, mis. linux, apa mac os x, free bsd, dst
ya standar gitu gitu doang, adapun selebihnya itu tergantung project, misalkan sebagian contohnya gini ya:
- punya visa / mudah masuk negara yang tempat berurusan kerjaan tsb.
- menguasai flex dan rails
- harus menguasai python, java dan ruby dengan programming utama ruby. (kalo yang ini dijamin langka yang bisa, dan sudah tentu bayarannya juga langka punya pret)
- kalau di negara tertentu ada yang strict, misalkan hanya menerima yang mempunyai PR (permanen residen) saja.
- menguasai matematika, fisika dengan baik, contoh kalo masuk google biasa ditanyain/pas diinterview ditanya algoritma, matematik yg …. gitu deh.
- menguasai proyek proyek open source ruby tertentu, mis. active merchant untuk ecommerce project, radiant untuk cms, hpricot dan scrubyit, biasa dengan libraries keluarga Net, seperti Net::HTTP dst.
- menguasai bahasa asing tambahan. Jadi ini penting untuk kedekatan saja sebetulnya, mis. kalau di Singapura, kalo bisa Mandarin ya bagus. Saya bilang tidak harus lho. Mis. di Kanada yang daerah juga ada prancis, ya bisa prancis bagus.
- Mengerti/memahami perbedaan budaya. Maksud saya begini, kalau di Indonesia kebanyakan pekewuh, puntenlah, maaflah, yang sebenarnya itu semua buang-buang waktu! coba fikir itu maaf untuk apa? introspeksilah sendiri, maafnya untuk bicara? ya itu karena budaya penjajahan di Indonesia yang sangat mengeras membudaya mengakar sampai anak cucu jadinya gitu, kalau gaul sama orang Amerika sama Eropa, ya niscaya kebiasaan itu hilang dengan sendirinya, walau jujur kalo saya pribadi saya pikir saya masih berwatak Indonesia ketika di luar negri, tapi kalau dibanding yang di dalam negeri ketika di Indonesia tentu saya sudah tidak seperti orang Indonesia asli lagi. Mereka yang asli cenderung ucap maaf berjuta kali, sampai bosan saya dengar itu maaf, karena kalau pun minta saya jawab, pasti saya akan jawab tidak ada maaf bagimu haha. Maaf adalah kata kata mahal, yang tidak berarti ampun. Ucapkan bila ada kesalahan, saya telah melakukan kesalahan, saya akan memperbaikinya bla bla bla dan tidak akan mengulangi lagi atau ini tidak akan terjadi lagi. selesai sudah :) Maklum saya, budaya bicara di Indonesia masih belum biasa, kalaupun saya dukung bicara biasanya yang keluar agresif, padahal budaya bicara tidaklah berarti agresif.
Ya intinya kurang lebih menyesuaikan dengan kebutuhan ya, bahasa simpelnya fuck your marketing bullshit, improve your product. Jadi maksudnya, nggak usah sok tonjol-tonjol dada ini lho kami bla bla bla gini gitu gini gitu, kalo saya sih gak mau refot, gampang ajah, kalo cuma ngomong sih anak TK juga bisa / atau kalo cuma mau bikin sensasi ah si tukang akrobat yang koplok + kurang kerjaan trus ngesms media-media juga bisa, kalau ada produknya ya tinggal saya lirik toh, kalau ada source codes berikut strategi suksesnya tinggal bisa dilirik, ya memang lirik-lirik aja saya, di luar-luar kan saya juga orang pada taunya kalo arie super selektif. Sampai bisa dapat rekomendasi dari saya tu sulit, tapi sulit bukan berarti mustahil! Patokan saya gampang, saya cuma bilang aja apa adanya, spec requirement yang dibutuhkan dari yang punya-punya duit itu sudah jelas, tinggal SDMnya siap apa tidak menyambut tantangan tersebut, misalkan bisanya apa aja, saya sebut aja gitu semua, kelemahannya apa aja, saya sebut juga semua itu tanpa ada yang saya tutup-tutupin, biar sama-sama enak. Ya memang untuk yang biasa jadi teman dekat saya pasti sudah mafhum dan tau banget untuk ndekati saya ya pendekatannya pasti unik. Kalau saya liat di kantor kantor di Jakarta mungkin ada yang coba mendekati timnya dengan sogokan makanan lah minuman lah, sama saya langsung saya bilang omong kosong semua, boro-boro dikasih, ditraktir aja terang-terangan saya tolak. Ada lagi dengan cara merangkul, tapi PHB, kalo main todong tumpek blek lempar map item gede biar dibayar berapa juga sama saya bakal mentul 1000% ! Dan saya gak peduli dan gak liat tu orang mau kaya milyuner kek apa kek, yang saya lihat, nilai dan anggap bukan disana. Yang saya nilai adalah teamwork, adakah teamwork, koordinasi yang baik, budaya memanusiakan, budaya kebebasan bicara, kredibilitas yang solid, innovative, penuh inisiatif. Itulah yang sering saya lihat. Ya kalau kita ngobrol soal begini mungkin kalo ketemu sama yang suka ngobrolin ini nanti bisa lama sampai berendam-berendam di hotel langganan :)) gampangannya udah pada sakau kali. Jadi posting kali ini saya sudahi saja ya.
Oh iya, Penasaran bayaran rubyist itu berapa? Hm, kalau itu sih udah dibahas di blog ini, search aja archives nya bentar paling dah ketemu :p wong googling aja juga pasti ketemu (damn i hate to use that saying rtfm doesn’t help much/hell yeah I wish I could change ALL of this blog post with one simple word = RTFM!)..
Wahh kalau kita ketemu kayaknya omongannya bisa sambung nggak ya Arie….kalau aku diajak ngomong bahasa programmer, ya tinggal garuk-garuk kepala…..hehehe
Nice posting…
bu edratna
Kalau saya bicara pakai bahasa yang kurang manusiawi ke manusia ya tolong nanti saya diingatkan :-)
Menurut pengalaman sih kalau saya ngobrol bareng teman-teman bisnis, investor, masih nyambung lah, kalo ama ibu paling-paling juga masih… sebetulnya saya juga gitu sih bu kalo baca blognya ibu, cuman sayanya aja yang langsung skip # kabuuuuuuurrrrrr
ayo mas, buat blog yang standar pake domain sendiri. buka aja idbloghosting.com, ada tawaran menarik lho untuk paket blog dengan domain pilihan anda.
idbloghosting
no thanks.
sial…… sayah belum bisa bikin gem, pantes gaji belum naek2 he he
Keren…….. setuju setuju :)
Thoughtful insights :)
(or insightful thoughts??)