Lagi, Catatan Acak Arie Akhir Pebruari ’08

Posted: February 28, 2008 in ノート, CAMPUR CAMPUR, id-ruby, JRuby, Rails, RSpec, rubinius, RUBY, Technology
Tags: , , , , , , , , , , , , ,

[ruby] kalau suka sama sintaks true and command, maka hati-hati bila menerapkan ini di dalam = (sama dengan) di view nya rails, karena bila memang true maka akan muncul output sesuai yang diinginkan, tapi bila false, bukannya outputnya empty string tapi malah tulisan false. Sebetulnya ini bisa dicegah kalau memang programmernya strict pakai spec view juga bahkan untuk variabel tertentu saja di view seperti response.should have_tag(“p”, “something”) dalam if true dan pasang lagi disana else dengan string kosong, bila spec gagal, jadi bisa ditebak langkah2x selanjutnya untuk memperbaiki kode supaya sesuai dengan yang diinginkan.

[rails] in_groups_of memang merupakan shortcut bila ingin lakukan perulangan di dalam perulangann, seperti yang biasa kita lakukan di pascal jaman dulu.

[rails] pluralize memang ampuh tanpa include mixin, tapi bila memerlukan count juga maka tetap sertakan include mixin ybs di model yang memerlukan.

[polandia] luas = lake. Kebanyakan pembicara eropa juga sebut nanas dengan “ananas”.

[rspec controller] ternyata selain ada @objek.should_receive(:find).and_raise(ActiveRecord::RecordNotFound.new(@objek)) juga ada yang pake stub doang lho, walau saya tetap aja pake yang should_receive supaya make noise kalau gagal walaupun sepertinya redundant ngetes dua kali buat hal yang sama (sudah di should assign). Gejala penyakit ini juga ditemukan di should assign bila sudah should assign masih juga ditambah dengan should_receive(:find).and_return(@objek) variabel yang bakalan di assign.

[vim] :nobackup buat nggak pake backup, jangan lupa lupa terus perintahnya :(( kangen emacs.

[mandi] body shop dan face shop jangan lupa.

[kerjaan geek] terserah mana aja, yang paling penting programmer suka. Kalau sudah programmernya suka, apalagi sampai sebut2x cinta sama pekerjaan, maka dia gak akan ngerasa kerja, dia akan dedikasikan semua yang dia punya buat project yang dia suka. :-) Orang-orang bisnis yang mengerti ini boleh saya bilang sedikit, bahkan sangat sedikit, ciri-ciri mereka bisa dilihat mulai dari perhatian, sampai ke pertanyaan-pertanyaan seperti: sudah makan? kalau belum makan dulu, kalau sudah, yuk meeting. Atau seperti, walau sudah ada tugas yang dikerjakan untuk 1/2 jam kedepan, ditanya lagi, gimana rasanya? menyakitkan? apa yang bisa saya bantu untuk meringankan kerjamu? dst. Selamat sayang-menyayangi di dunia geek. Indahnya perdamaian. Tulisan ini diilhami dari seorang pemrogram asli gmail yang sudah mantan google yang nulis di blognya

[rubinius] kalo sekedar lurking sama nginstal doang gampang banget, tinggal git clone (sama kayak svn checkout) trus udah tinggak DEV=1 rake build gitu doang.

[jruby] kalo jruby malah tinggal ant titik. udah gitu doang, jadi. yang sulit belum biasa itu ya make’nya. Karena buat saya, sekali rubinius siap dipakai untuk production, saya akan switch dari pure ruby 100% ke rubinius! Tanyaken apa?! ruby untuk rubyist, bukan ruby untuk orang java, atau ruby untuk orang c.

[rspec rails] ngakali object sebagai metode lumayan cerdik. jadi di setiap controller selalu ada metode protected yang bernama object yang return @object yang biasa dipanggil di controller tersebut. Tetapi yang mengganjal pikiran saya adalah, demi nyaman dan indahnya penggunaan rescue_from something, :with => something itu, tetap harus ada organisasi yang baik agar pemanggilan object tersebut otomatis dilakukan dengan cara inheritance Controller.

[rubinius] tu tangan jangan kegatelan rake uninstall :-) trus rake clean… Kalo pas error baru deh kalang kabut, caranya yang pasti Google lah, trus nemu ini nah jadi cerah-cerah bisa rake clean:distclean trus ulangin aja lagi DEV=1 rake build jalan lagi deh rbx nya (awas, yang nulis ini juga kegatelan nggak peduli performance rubinius dan suka sama verbose error error di penampakan rubinius! hilangkan DEV=1 buat yang alergi alias triknya nghilangin verbose banget gitu sama buat ningkatin performance).

tinggalkan feedback konstruktif atau lebih baik diam

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s