(1) Textmate

Kelebihan-kelebihan kalau dengan Textmate yang paling saya rasakan:

(1.1) Satu dari Peralatan-peralatan Perang yang paling menyokong kesuksesan perang (in English I would say: Handy)

Saya adalah pengguna aktif ViM dan Emacs. Untuk melakukan quick-edit saya hanya menggunakan kedua tool tadi. Tetapi kalau sudah masuk di zona yang rumit bin njelimet, saya harus mengeluarkan peralatan perang tenaga dalam dengan Textmate karena buat saya pribadi hanya Textmate yang bisa melengkapi kebutuhan saya akan begitu banyak (in English I would say: bazillions) shortcut-shortcut, auto-completion, bundle-bundle yang super. RUARRR BIASA!!!

(1.1.1) Nested scope

Di Textmate saya bisa membuat sendiri syntax highlighting yang kompleks.

(1.1.2) Snippet

Jadi dengan segala kemudahannya, snippet Textmate adalah sedikit teks yang bisa saya masukkan. Jadi misalkan kalau di Ruby begini, saya cukup menekan 3 tombol yaitu cla untuk mendapatkan banyak pilihan membuat class di Ruby. Itu lengkap dengan kalau mau bikin bentuk class biasa, class inheritance, dan seterusnya! Contoh lain misalkan kalau di Rails begini, saya cukup menekan 3 tombol Apple Command – Shift – T untuk mendapatkan listing method-method apa saja yang saya punya di dalam class di file yang saya koding sekarang! Ini sungguh sangat memudahkan saya, kalau di ViM, trik saya adalah mem-fold saja dulu semua codes, sehingga terlihat listing method-method apa saja yang saya punya di class file yang sedang saya koding.

(1.1.3) Bundle

Jadi kekuatan Textmate akan grammar, snippet, makro, command, and template dikoleksi dalam fungsionalitas suatu bundle. Jadi hal-hal default seperti bundle Svn, bundle TODO, bundle Blogging, bundle Markdown, bundle YAML, semuanya ada by default oleh Textmate. Kalau yang belum ada, jadi tinggal pasang sendiri dengan gampang BANGET, seperti bundle Git, bundle Rspec, bundle Cucumber, dan masih banyak lagi banget banget banget dah jadi tinggal disesuaikan dengan kebutuhan saja. Dulu pernah ada rekan kerja saya (ya, dari Eropa), dia bahkan bikin sendiri bundle nya, jadi Ruby Coding Convention sudah bisa otomatis jalan dengan Textmate! Tuch kan, jalan lagi satu good practice principle mengenai “Automate it” dalam programming?! ;-) Harga memang nggak bohong! Ada harga = Ada rupa!

(1.2) Kelengkapan Referensi

TextMate Book

Referensi Textmate dalam segala wujud sulit untuk ditandingi. Di menu pojok kanan atas Textmate di bagian Help disana ada jawaban solusinya.

Kalau mau referensi yang berbentuk video pun juga tak kalah kurangnya. Saya adalah seorang yang setiap hari selalu mempraktikkan Accelerated Learning dan terus-menerus berjuang keras meningkatkan itu semua. Satu dari teknik yang juga disebut dari Metoda Quantum ini adalah otak manusia itu seperti hutan belantara, sangat bebas meraja-lela bila didukung suasana di saat gelombang alpha. Jadi adanya hal-hal yang sangat luas, saya menorehkannya di Textmate juga, untuk kemudian dipasang (langsung di synchronize antar Textmate dan Blog) di Hot Copy Paste tanpa ada edit sama sekali. Ini adalah strategi saya untuk menyiasati pergantian kertas ke komputer. Kalau menggunakan kertas caranya sama persis seperti yang biasa didapat di buku-buku semodel “Mr Brain” bekerja, cukup beri garis saja di samping kanannya (mungkin kalau kurang jelas mengenai Cara Bagaimana Otak Bekerja ini bisa ke rujukan referensi saja berhubung topik ini sangat panjang bila dibahas dan tidak akan ada habis-habisnya, intinya barang siapa yang mengetahui cara kerja otak dan mau memaksimalkannya dari emosi yang berapi-api, maka dia sukses!). Kembali lagi ke video, Jadi kalau screencast Blogging using Textmate lengkap disini. Tips dan trik koding Ruby dan juga Rails dengan Textmate juga lengkap disini. Link-link referensi selengkapnya ada di koleksi Delicious saya.

(1.3) Dukungan TRUST komunitas

Dukungan TRUST komunitas merupakan satu dari faktor kunci yang sangat penting. Ketika CI telah menjadi satu hal serius yang etis dijalankan di organisasi Anda, misalkan dengan Cucumber dan RSpec, maka Textmate pulalah jawabannya. Ketika Javascript sudah menjadi bagian kunci terpenting dalam denyut jantung organisasi Anda, maka Textmate dan jQuery pulalah jawabannya (disini saya menekankan juga pentingnya penyelaman Javascript yang mendalam yang mustinya sangat bisa dicapai dari latihan memahami jQuery). Ketika Timeboxing yang merupakan satu dari inti teknik-teknik kunci akan kesuksesan Agile Project Management di organisasi Anda, maka Textmate pulalah jawabannya.

Kekurangan-kekurangan Textmate dan yang paling saya rasakan kalau tidak dengan Textmate:

(1.1) Textmate sedari dulu tidak bisa split

Split adalah fitur standar editor serius. Entah dari dulu hingga sekarang Textmate masih saja tidak bisa split. Saya benci kenyataan itu. Tapi saya tidak bisa lepas dari belenggu kecintaan saya akan harus pakai Textmate (berhubung saya menimbang-nimbah kelebihan-kelebihan yang dimiliki Textmate yang kalau saya memakai selain Textmate saya akan sungguh-sungguh merasa sangat kehilangan)

(1.2) Sering kalau saya sedang ssh ke mesin remote, saya tidak bisa menggunakan Textmate

Satu dari rekan sejawat mengakali hal ini dengan solusi selalu rsync antar kedua mesin, yaitu mesin server dan laptop mac nya. Tetapi saya melihat kenyataan ini sungguh mengganggu. Karena saya juga pengguna aktif ViM dan Emacs maka bila saya lihat ada satu dari dua tools tadi terinstalasi di mesin server, maka saya tinggal dengan mudah menggunakan tool berbasis command line tersebut.

(1.3) Textmate hanya ada di Mac

Ini dia momok besarnya, kalau saya ada di Linux terpaksa tidak ada Textmate, dan itu mempengaruhi mood, sehingga ujung-ujungnya berpengaruh pada tingkat fokus saya. Begitu juga kalau saya terpaksa menggunakan Windows di kampus-kampus kalau dalam pada waktu itu saya yang menjadi pemateri ketika diadakan kegiatan seminar apa workshop apa pelatihan, itu juga yang menyebalkan, tidak ada Textmate = Arie ngomel-ngomel ga keruan.

(2) Hardware

Satu contoh kecil saja misalkan keyboard macbook pro 13″ saya, emmmpuuuuk banget! Bikin betah deh lama-lama sama Mac!

Ada lagi layarnya, terang banget, kinclong sama mulussss abisss …

Apa-apa saja yang tampil di layar macbook pro 13″ saya menjadi indah selalu!

Ada lagi baterenya yang di macbook pro 13″ saya ini integrated, jadi tahannya 7 jam! Mau nongkrong kopdar di StarBuck sambil online mah hayo aja … hajarrr!!

Belum lagi Trackpadnya bisa 4 jari, bisa 3 jari, bisa dengan kombinasi-kombinasi asik lain yang selain Mac kenyataan hidup seperti ini lewat! Tadi ada kekuatan Textmate tapi kalau tidak pakai trackpad Mac ya jadi kurang sreg saya. Ibarat ingin punya anak dengan pasangan yang sudah tubektomi.

Ini saya cuma membahas semampu kapasitas saya yang bukan dari background di layer bawah. Apalagi kalau dibahas hardware ini kalau yang lihat dari layer bawah!

(3) Sudah nyaman dengan fasilitas-fasilitas di Mac

Buat saya Apple Dashboard Widget itu tidak tergantikan. Buat saya kenyamanan Skype di Mac juga tidak bisa digantikan.

Apa lagi ya, mungkin begitu saja dulu, ada hal-hal yang kurang saya sukai di Mac, yaitu walau memang one stop solution menjadi hal yang mutlak dalam hidup saya, tapi itu harus saya bayar dengan Mac nyampah!

Jadi misalkan begini, di Mac sudah ada by default Ruby, nah tapi kan itu Apple hanya menemukan cara untuk mendapatkan masalah baru! Dengan adanya Ruby diinstal by default dari sistem Leopard, maka kalau ada update saya jadi kesulitan! Kesulitan disini adalah saya keberatan untuk menunggu versi Ruby yang sudah di Apple kan oleh tim Ruby Apple. Ogah saya nunggu! Jadinya original ruby di Mac saya replace namanya menjadi ruby.orig lalu saya pakai macports biar bisa up-to-date (saya punya ruby yang dari macports maupun ruby yang instalasi kompail sendiri) supaya bisa bersenang-senang. Itu satu.

Lalu yang kedua, Mac kalau sudah apa-apa disediakan, misalkan saja svn, iya kalau saya memang sedang pakai svn, tetapi kalau saya sudah tidak pakai svn? Masak saya harus remove satu satu file file yang berkaitan dengan svn??? Halo? Saya pernah tanya ini ke milis-milis di komunitas mac, googling sana-sini, tetap aja dapat jawaban bodoh! hapus sendiri :( D’OH! Enakan apt-get remove kalau di Ubuntulinux! Ini pasti teman-teman kalau yang mahir di layer rendah, mis. biasa di distro gentoolinux pasti bakal kesal banget sama ini, ya iya, biasa fleksibel dan merdeka, eeeh dijajah …

Apalagi yang saya kurang sukai di Mac? Ada beberapa Banci IT di beberapa komunitas Mac! Ya, saya cuma respek terhadap komunitas apple yang memang benar-benar mengerti Apple, tetapi kepada banci-banci Apple yang memakai Apple cuma untuk buat gaya-gayaan, style, ngedapetin cewek, pamer laptop doang padahal isinya Microsoft Word bajakan trus abis gitu ga bisa pakai lagi!

Kalau sudah ngobrol soal kultur di dunia Mac, yang saya kurang suka lagi adalah kultur jual-beli itu. Ya pasti jadi ada imbas aja kalau ada udang di balik batu, selalu ada tarik-menarik kepentingan, tidak sama dengan komunitas yang memang benar-benar murni open-source! Jadi kalau di linux, biasanya saya sama teman-teman tinggal kalau perlu tinggal ngomong eh kalau mau ini apa, oh itu gini, pakai ini, gratis, open-source, nah kalau Mac beda, ga semuanya gratis, seperti saya tadi cinta banget sama Textmate, tetapi saya benci pada kenyataan saya harus bayar software itu setengah juta dulu itu. Apa-apaan ini hah harus bayar?! Tapi gimana dong, sudah cinta banget nih. (dan begitu seterusnya rekursif tiada henti)

Ada lagi sih kekurangannya, tapi ini tidak begitu masalah buat saya, yaitu buat yang biasa menggunakan OS Windows, dan gamer, nah di Mac ga kayak di Windows :-) Ada rekan yang menginstal dual boot dengan windows buat bela-belain main game biar ga miring bin sinting kata dia sama load gawe. Tapi buat saya, sudah ada PSP3 ya ga masyalah ;-)

Jadi singkat cerita: Mac, I HATE you, but I LOVE you! And I only want to be with you!

Sebelum berakhir, aku akhiri blog posting kali ini dengan ungkapan cinta:

Menangis aku bergetar sekujur tubuh di pojok kamar belakang pintu bak kena guruh dan petir di siang bolong.
Dingin merasuk menjalar hingga ke tulang sumsum, ingin ku bicara, tapi apa daya aku bukan seorang yang biasa bergaul dengan manusia.
Tiadalah yang aku dapatkan dari kejelasan cinta.
Bahkan aku tak jelas apa aku tau apatah makna cinta dalam hidup ini.

Ingin aku teriakkan saja pecahkan segala yang menghalangi diri ini tuk bicara.
Semakin aku lawan semakin berat beban rasa hati ini.
Dada ini bergemuruh rasanya mau pecah!

Oh malam …

Aku mencoba untuk berkali-kali belajar bicara.
Aku bukanlah makhluk buta tuli dan bisu. Aku hanya perlu latihan untuk keseimbangan.

Semua membeku, semua dingin.
Mereka orang-orang normal dengan mudahnya berkata apa susahnya bicara?

Terima kasih Mama.

Terima kasih kawan… semua tlah membantuku bicara setelah sekian waktu yang kutempuhi ini.

Dan dalam pada itu, hanya kau yang setia menemaniku.

Cuma kamu, Mac …

Tiadanya dirimu membuktikan betapa berartinya dirimu dalam hidupku.

Terakhir, Catatan, saya tidak menanam saham, tidak mendapat keuntungan dari Macromates maupun Apple Inc. karena menulis blog posting ini, saya menulis ini karena saya cinta hidup saya!

Dan yang juga masih ada dalam agenda saya, iya, saya masih mencari belahan hati…

Comments
  1. aditya says:

    kekurangan coding pake TextMate di Macbook unibody adalah sering kesetrum ^_^

  2. […] Kesannya enaaak banget dipake. Coba deh baca reviewnya salah satu rubyist jagoan Indonesia di sini. […]

  3. vcool says:

    mac emang asik… setuju banget soal “mood”, segala indah kalo masuk di layar mac! dulu mengira kalau OS X ga begitu enak buat development, ternyata eh ternyata malah jauh lebih oye!
    lebih oke lagi kalo magicnya apt-get ubuntu masuk di mac .. ya tapi kan udah ada macport ya

    btw MBP nya kalau di nikahkan dengan external screen lebih oce lagi rie :)

    • pepatah “tak kenal maka tak sayang” tepat buat prasangka lo dahulu kala sebelum _merasakan_ langsung usability men-develop ruby di mac.

      ttg macports sih gw kurang setuju kalau dianggap -+ pengganti aptitude. seharusnya apple bisa lebih bijak mengimplementasikan software2x tool2x supaya nilai fleksibel itu nggak menjadi harga yg harus dibayar dengan otoriter.

      ttg external screen itu sih selera :-) kalo lo cocok ama monitor gede ya asik emang tuh, kalo gw pribadi sih dulu pernah pake monitor dell 23″ jadi laptop mac nya gw tutup aja (kayak standby) tapi bisa dijalankan diliat di monitor, tapi gwnya yg ga bisa, leher gw penat, sakitt, makanya sukanya sama laptop yang mini-mini gini, kayak macbookpro yang 13″ aja (ga dicolokin lagi ke monitor)

  4. Fajar Hari Prabowo says:

    Coba pakai Aquamacs mas, lebih ajib. masih saudara dengan emacs namun lebih “native” ke Komputer Mac.

  5. Sangat setuju mas, saya juga pengguna macvim aktif, juga masih terus belajar rails. saya selalu menggunakan plugin dari vimawesome untuk mempermudah coding. ngomong2 jarang banget punya kenalan bisa vim, mudah2n bisa saling sharing ilmu. terimakasih

    @Mirzalazuardi

    Silahkan :) Terimakasih. Saya juga pengguna aktif Vim, Emacs, dan Textmate.

tinggalkan feedback konstruktif atau lebih baik diam

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s